siReh piNang
Allahumma Soli 'aLa saiYidina MuhammaD
Pinang Sepiak Pinang
Mari Bawa Saroja Manis
Setelah aKoo aSak Setelah aKoo tiMang
aKoo meLangkah sejeNis demi sejeNis
MengoRak lanGkah memBuka biCara
Asal air menJadi daRah
Asal daRah menJadi daGing
Asal daGing menJadi uRat
Asal uRat menJAdi tuLang
aKoo poHon ke haDrat iLahi berKati lah uSaha haMba Mu ini Yaa ALLAH
aMin .. Yaa Robbal 'Alamin

Friday, November 16, 2007

AKU SEJATI

Sudah menjadi watak manusia pada umumnya jika penderitaannya terasa ringan terhibur kalau dia melihat penderitaan orang lain. Hiburan yang paling enak baginya yang sengsara adalah melihat bahwa di sampingnya terdapat ramai orang yang lebih sengsara daripadanya. Mengapa begini? Inilah jahatnya sifat AKU yang menimbulkan rasa sayang diri, rasa hiba diri, perasaan-perasaan yang selalu berputar pada poros ke-AKU-annya. Contohnya yang lebih jelas, orang yang mempunyai keluarga tercinta sakit parah akan menderita kesengsaran batin yang hebat. Bagaimana kalau melihat ribuan orang lain sakit? Tentu tidak ada penderitaan batin seperti yang dirasakannya kalau keluarganya yang sakit. Timbul pertentangan-pertentangan dalam hidup antara manusia kerana saling membela AKU-nya. Timbul perang di antara negara kerana saling membela AKU-nya pula. Manusia menjadi tidak aman dan tidak tenteram hidupnya kerana dikuasai oleh AKU-nya inilah, tidak sedar bahwa yang menguasainya itu bukanlah AKU SEJATI, melainkan aku darah daging yang bergelimang nafsu-nafsu badani. Dengarlah betapa AKU SEJATI mengeluh dalam tangisnya

Aku sudah bosan

Aku sudah muak

Terbelenggu dalam sangkar darah daging

Setiap saat aku dipaksa

Menyaksikan tingkah nafsu angkara

Mempermainkan sangkar sampai gila

Tawa-tangis..suka-duka

Marah-sesal..suka-duka

Bebaskan aku dari semua ini

Manusia selalu merasa baik sendiri, bersih sendiri dan benar sendiri. Kerana ini para pemeluk agama menjadi saling mencurigai, saling memburukkan dan persatuan antara manusia makin parah. Semua agama adalah baik kerana mengajarkan kebaikan, namun sayang sekali, orang-orangnya yang menyalahgunakan sehingga pelajaran kebaikan seringkali dipergunakan untuk saling menghina dan saling menyalahkan.

Orang yang merasa dirinya paling bersih adalah orang yang kotor kerana perasan diri paling bersih ini sudah merupakan kekotoran. Ada gambaran yang paling tepat untuk itu. Seseorang yang melihat tahi akan menutup hidungnya, merasa jijik dan muak, samasekali dia lupa bahwa di dalam perutnya sendiri mengandung penuh tahi. Orang yang merasa dirinya paling pintar sesungguhnya adalah sebodoh-bodohnya orang, kerana perasan diri pintar ini sudah merupakan kebodohan. Orang yang merasa dirinya paling kuat sesungguhnya adalah orang yang lemah, kerana kesombongannya akan membuatnya lengah. Kerana sifat mementingkan AKU-nya, manusia berlumba mengejar kemenangan dalam apapun juga, saling serang saling bunuh. Dalam perkelahian, yang mati dianggap kalah, yang hidup dianggap menang. Yang hidup ini agaknya lupa bahwa dia pun kelak akan mati apabila sudah tiba saatnya. Siapa dapat memastikan yang menang akan lebih bahagia daripada yang kalah dan mati? Kalau manusia ingat akan semua ini, manusia akan berfikir dulu sebelum merebutkan kemenangan.

Manusia kehilangan kebebasan kerana terbelenggu oleh hukum-hukum yang diadakan manusia sendiri. makin lama manusia makin menjerat leher sendiri, membelenggu tangan kaki sendiri dengan hukum-hukum dan aturan-aturan sehingga beberapa ribu tahun lagi manusia tak dapat bergerak tanpa melanggar hukum. Betapa bayi takkan menangis begitu terlahir, menghadapi semua belenggu ini? Begitu terlahir, tubuhnya sudah dibelenggu kain-kain penutup tubuh, menyusul peraturan dan hukum-hukum yang tiada putusnya. Ada hukum ada pelanggaran, diperkenalkan yang buruk, mengerti tentang kesucian berarti mengerti tentang kedosaan. Menyesalkan keadaan hidup manusia, bukan sesekali menganjurkan agar semua orang melanggar hukum dan peraturan-peraturan yang sudah ada.

Aku sendiri sampai sekarang masih memakai pakaian dan peraturan-peraturan masih tetap kupegang kerana seperti juga semua manusia, aku pun dihinggapi penyakit ke-AKU-an sehingga rela melakukan hidup dalam kepalsuan dan tidak wajar. Seperti semua agama, telah kukatakan mengajarkan segala kebaikan, merupakan pelajaran-pelajaran yang benar-benar tepat. Sayang, betapa sedikit manusia yang mematuhinya secara lahir batin, menyesuaikan pelajaran-pelajaran itu dalam sepak terjang hidupnya sehari-hari. Bukankah yang benar hanya mengejar kebenaran sedangkan seorang rendah hanya mengejar keuntungan. Maklum akan penyakit ke-AKU-an manusia sehingga perlu memperingatkan manusia yang selalu ingat akan keuntungan diri peribadi, keuntungan lahiriah. Kukatakan tadi bahwa begitu terlahir, bayi telah dibelenggu kain-kain penutup tubuh. Kalau pakaian dimaksudkan untuk melindungi tubuh, hal yang hanya timbul kerana kebiasaan, kerana sesungguhnya kalau tidak dibiasakan pun tidak apa-apa, apa hubungannya dengan kesusilaan dan kesopanan?

Apakah yang dinamakan Aku yang sejati?

Pertanyaan yang amat luar biasa. Bagaimana menjawabnya? Sudah banyak membaca. Apakah jawabannya yang tepat? Apakah itu AKU yang merupakan anugerah Tuhan seperti yang dimaksudkan dalam ajaran ataukah Roh Suci? Mana yang benar? Memikirkan pertanyaan aneh ini. Hatinya bicara sendiri. Hmm memang aneh. Apa gunanya? Apa untungnya kalau mengetahui AKU SEJATI? Membuang tenaga fikiran saja. Pula apapun juga jawabannya, siapa yang akan dapat memastikan apakah jawaban itu benar atau salah? Adakah manusia yang pernah melihatnya atau bertemu dengan AKU SEJATI itu? Mungkin ada. Kalau tidak ada mengapa disebut-sebut? Adanya disebut, tentu ada yang pernah mengalami bertemu dengannya.


Jangan biarkan kepala menjadi pening memikirkan pertanyaan yang rumit itu. Jangankan mendapatkan jawaban, bahkan pertanyaan itu saja tidak dimengertinya. Tidak mengenal yang disebut Aku Sejati itu. Mendengar pun baru sekarang.

YANG ADA ITU TIADA, KERANA YANG ADA ITU DIADAKAN OLEH FIKIRAN MANUSIA


Jalan yang dapat dipergunakan sebagai jalan bukanlah Jalan yang sejati. Nama yang dapat dipergunakan sebagai nama bukanlah nama sejati. Tanpa Nama adalah awal Bumi dan Langit. Dengan Nama adalah ibu segala benda. Tidak Ada kalau kita ingin menyatakan rahsianya. Ada kalau kita ingin menyatakan keadaannya; keduanya berpasangan walau namanya berbeza; pasangan yang disebut amat ghaib pintu semua rahsia.

Jawabannya 'Tidak ada apa-apa'


Awal Langit Bumi adalah Tak Bernama. Jadi jelas bahwa yang dikatakan Aku Sejati itu sesungguhnya bukanlah yang sejati. Aku Sejati yang dimaksudkan itu hanyalah buatan fikiran manusia saja, jadi palsu kerana dia ada oleh fikiran yang mengada-ada. Yang sejati tentu tidak dapat disebut dengan nama. Adakah manusia di dunia ini yang sudah bertemu dengan Aku yang Sejati?Tentu saja ada. Nabi-nabi dan Raul-rasul di zaman dahulu tentu sudah tahu akan Aku Sejati itu, mungkin di zaman sekarang pun ada yang memiliki kesucian sedemikian tinggi sehingga dapat mengerti dan bertemu dengan Aku-nya yang Sejati.” Ah, hal mungkin tidak. Mengapa tidak mungkin?


Aku yang bertemu dengan Aku-ku yang Sejati, habis siapa itu yang bertemu dan siapa pula yang ditemui? Apakah ada 2 Aku? Yang palsu dan yang sejati saling bertemu, yang palsu maupun yang sejati, hanyalah khayalan fikiran saja. Kerana fikiran mengingat akan pelajaran yang pernah dipelajarinya, pernah mendengar tentang Aku Sejati, mencarinya, timbullah bayangan Aku Sejati yang bukan lain juga khayalan fikiran sendiri belaka.

Tahukah anda? Siapa yang sengsara, yang tidak bahagia, dia merindukan kebahagiaan, dia mengejar kebahagiaan. Setelah dia merasa mendapatkan kebahagiaan, kebahagiaan yang didapatkannya itu hanyalah kebahagiaan palsu hasil khayalan fikirannya belaka, tidak akan kekal. Orang bahagia tidak akan merasakan kebahagiaannya sudah menjadi satu. Kalau terpisah, berarti tidak bahagia dan kebahagiaan hanya menjadi renungan saja.

Kebenaran bukanlah kebenaran kalau dinyatakan oleh mulut dan fikiran. Kebahagiaan bukanlah kebahagiaan kalau dinyatakan oleh fikiran. Aku Sejati pun bukan Aku Sejati kalau dinyatakan oleh fikiran. Semua adalah khayalan fikiran kerana pelajaran-pelajaran yang pernah didengar atau dilihatnya meniru-niru dan mengulang-ulang barang lama pusaka usang.


Aku sendiri pun tidak mudah membebaskan semua yang menempel di dalam benakku. Fikiran merupakan kertas putih bersih dan kalau sudah terlalu penuh dengan coretan-coretan beraneka warna, tidaklah mudah untuk membersihkannya, walaupun bukan tidak mungkin. Selama kertas itu tidak kembali putih bersih dan kosong seperti semula, selalu akan menjadi kabur oleh bekas-bekas goresan, bahkan akan diselundupi goresan-goresan baru. Aihh, kini mengertilah mengapa kaum soleh memuji dan mengagumi kehidupan anak-anak yang bagaikan kertas putih belum ternoda oleh goresan-goresan kotor.

Aku Sejati adalah bukan Aku Sejati, melainkan khayalan fikiran alias palsu.

Yang dapat dinamakan itu hanyalah Aku Sejati atas dasar pelajaran yang pernah didengar dari seorang guru atau dari kitab, sehingga menciptakan Aku Sejati khayalan fikiran. Jadi jelas bahwa yang dinamakan Aku Sejati adalah bayangan khayalan fikiran, palsu. Seperti jawaban akal bulus tetapi dapat kurasakan kebenarannya. Bagaimana kalau dia tanya, ada atau tidakkah Aku Sejati?

Percaya atau tidak percaya hanyalah merupakan kebodohan. Kalau kita ingin mengerti, kita harus melakukan penyelidikan dengan penuh perhatian dan kesungguhan. Setelah kita mengerti, tidak ada lagi persoalan percaya atau tidak. Setelah kita melihat bahwa matahari terbit dari timur, tidak ada lagi persoalan percaya atau tidak, bukan? Setelah kita merasakan sendiri bahwa jantung kita berdenyut, tidak ada persoalan lagi apakah kita percaya atau tidak akan hal itu. Percaya atau tidak hanya timbul kalau kita belum mengerti dan tidak ada gunanya samasekali. Selama kita didorong keinginan mengerti apakah ada Aku Sejati, selama kita didorong keinginan mencarinya, kita tidak akan pernah mengerti tentang Aku Sejati atau Kebahagiaan atau Cinta Kasih atau sebutan suci lain lagi.


Mari kita sama-sama menyelidikinya, dengan mengenal diri sendiri, mengenal nafsu-nafsu kita, mengawasi kesemuanya itu dan menyadari apa yang kita hadapi saat ini. Bebas dan bersihnya fikiran dari masa lampau dan semua goresannya melenyapkan sang aku yang selalu menjadi pusat segala pemikiran dan pergerakan manusia sehingga timbullah pertentangan-pertentangan kerana perpisahan dan pemecahan-pemecahan antara aku dan engkau dan dia dan mereka.

Friday, September 07, 2007

Al Kisah Nabi dan Rasul

Kepercayaan kepada rasul terangkum di dalam Hukum Kercayaan Umat Islam yang ke Empat. Islam mewajibkan mempercayai rasul-rasul yang diutuskan Allah yang kesemuanya seramai 25 orang dan Nabi Muhammad s.a.w adalah Rasul yang terakhir. Takder dah lepas tu. Hee..Hee..Hee tah kenapa masih ada yang nak ikut "Self Claimed Rasul" lepas tu. Sendiri mau ingat.

Orang yang menerima wahyu daripada Allah dipanggil Nabi tetapi hanya untuk dirinya sahaja. Kalau ada yang amik benefit dari tingkah nabi tu berbahagialah dia. Nabi yang diperintahkan Allah untuk menyampaikan wahyu yang diterima menurut syariat kepada manusia lain pada zamannya ataupun pada zaman selepasnya akan digelar Rasul Allah (pesuruh atau utusan Allah). Oleh itu rasul merupakan nabi tetapi belum tentu nabi itu rasul. Menurut Al Quran, terdapat seramai 25 orang rasul manakala dalam satu hadith riwayat pertanyaan Abu Dzar kepada Nabi Muhammad terdapat seramai 124,000 orang nabi. Hmm.. apakah Socrates, Plato, Gautama Buddha itu ada yg mengatakan nabi. Tak tahulah. Hee..Hee coz diorang ni tak pernah claim .. sebagaimana "Self Claimed Nabi".

Dan (Kami telah mengutuskan) beberapa orang rasul yang telah Kami ceritakan mereka kepada mu dahulu sebelum ini, dan rasul rasul yang tidak Kami ceritakan mereka kepadamu. Dan Allah telah berkata kata kepada Nabi Musa dengan kata kata ( yang secara langsung , tidak ada perantaraan)

An Nisa : 164

Rasul diutuskan kepada kaum yang telah menyimpang jauh dari landasan peri kemanusiaan (jahiliah) dan dari membenarkan ke esaan Allah. Para rasul adalah petugas dari Allah untuk memperkenalkan Allah dan menyampaikan segala hukum dan undang undang Allah yang wajib dipatuhi. Untuk mengukuhkan lagi penyampaian rasul rasul Allah, mereka telah dikurniakan dengan mukjizat. Mukjizat itu adalah perkara perkara luar biasa yang menakjubkan dapat dilakukan oleh rasul rasul yang melampaui akal fikiran manusia.

Pada mulanya manusia itu ialah umat yang satu (menurut agama yang satu, tetapi setelah mereka berselisihan) Allah mengutuskan nabi nabi sebagai pemberi khabar gembira (kepada orang orang beriman dengan balasan syurga) dan pemberi amaran (kepada mereka yang ingkar dengan azab neraka) dan Allah menurunkan bersama sama nabi itu kitab suci yang mengandungi keterangan yang benar

Al Baqarah : 213

Hubungan seorang muslim dengan rasul rasul Allah endaklah didasarkan ke atas tabiat mereka itu yang selaras pula dengan tugas mereka itu. Oleh itu janganlah manusia melampaui batas sehingga membesarkan mereka ke taraf Tuhan atau anak Tuhan kerana rasul rasul itu sebenarnya golongan manusia juga yang dipili oleh Allah Ta’ala.

Tidaklah patut bagi seseorang manusia yang Allah berikan kepadanya kitab (Agama) dan hikmat serta pangkat Nabi, kemudian ia (tergamak) mengatakan kepada orang ramai : “hendaklah kamu menjadi orang orang yang menyembahku dengan meninggalkan penyembahan Allah”

Al Imran : 79

Untuk itu kita tidak seharusnya mengangkat rasul rasul itu ketahap yang tidak ada pada mereka (tidak ketahap Tuhan) tetapi hendaklah kita memuliakan mereka kerana mereka itu adalah utusan yang dipilih oleh Allah yakni satu tugas yang suci tetapi sangat mencabar (tidak semua orang dapat melakukannya).

Rasul rasul mempunyai cabaran yang tak terhingga bagi menyampaikan risalah ketuhanan (misi tuhan). Menurut Mohamad Abduh .. nilai kedudukan mereka di antara bangsa bangsa tidak ubah seperti kedudukan akal terhadap setiap manusia. Mereka bertugas mengajar manusia untuk mengenal Tuhannya yang Esa dengan pengetahuan yang benar. Mereka bertugas mengajar mengenai Tauhid dan Syariat dengan melakukan ibadat mengikut garis panduan dari Allah untuk manusia membersihkan rohaniah mereka.

Tegasnya rasul rasul ditugaskan Allah untuk memimpin manusia supaya dapat menjadi khalifah di bumi ini untuk hidup dengan bahagianya berlandaskan sosial, ekonomi, politik dan sebagainya mengikut lunas lunas ISLAM.

Monday, February 05, 2007

2007 Tahun Babi

aKoo tidak ingin membicarakan apa² sebenarnya di dalam blog ini, tapi jiwa aKoo meruntun untuk menilai semula arah tujuan blog ini di adakan. Sempena awal tahun, di bulan Februari ini baru aKoo tergerak mengolah pengalaman berbicara sesama manusia tidak kira bangsa apa atau ugama apa sekalipun yang mereka anuti. Terpulang pada diri mereka sendiri. aKoo tetap aKoo, semoga Allah tidak membawakan aKoo ke jalan yang tidak diredhai oleh-Nya. Bermula tahun baru .. tahun bagi bangsa Cina sebagai tahun Ong .. Tahun Babi. Tahun ini dikatakan akan membuahkan hasil berlipat kali ganda .. rezeki yang melimpah .. anak yang ramai macam banyaknya babi² baru yang diperanakkan.

Tersenyum aKoo sendirian bila teringatkan akan cerita² mengenai babi ini suatu ketika dahulu. Kalau orang sedang marah .. tiada perkataan yang sesuai digunakan bila perasaan meluap nafsu marahnya itu selain kelegaan dengan terpaculnya perkataan BABI .. tapi bila terasa reda kemarahan pula .. kerana ingin bersikap sopan konon .. KHINZIR yang dilafazkan. Al kisah orang bertanya pada anak babi apsal jalan asik tunduk saja .. luahan anak babi malu kerana ibubapanya itu BABI. Sungguh melucukan waktu itu .. yea waktu itu .. hmm waktu itu.

aKoo tersedar sendiri .. mengapa dijadikan haiwan ini kalau asik diperolok-olokan oleh manusia .. serasanya haiwan lain juga akan turut sama mengejek babi-babi yang ada sekarang ini. Tapi aKoo tahu .. Allah tidak menjadikan sesuatu itu sia² .. yang membuatkan sesuatu itu sia-sia adalah manusia itu sendiri .. kan dah ada terungakap pada manusia itu manu .. sia. Heh ..


Sejarah menyatakan awal kejadian babi ini bermula ketika terjadinya banjir terbesar di mukabumi ini ketika zaman Nabi Nuh. Yea ketika di dalam bahtera Nuh itulah mulanya kegawatan berlaku apabila setiap yang hidup di dalam kapal itu mula mengeluarkan hasil buangan mereka. Secara naluri sifat manusia tentulah akan membersihkan bahtera itu dengan mengalirkan hasil buangan ke luar kapal. Biasa laa tu. Tapi Allah tidak mahu lautnya itu dikotorkan oleh hasil buangan anak² bahtera itu. Panik tak ketika itu. Heh .. kalau aKoo ada waktu tu pun tentu aKoo panik kerana mana ada tempat lagi untuk dinyahkan hasil buangan tu. Bagaimana? Allah jugalah yang menyelesaikan masalah ini. Dijadikan ler BABI yang hanya tugasnya memakan semua hasil buangan, bangkai, darah .. kira macam dari jabatan pembersihan ler juga. Terpeliharalah kebersihan di bahtera Nuh itu. Heh .. dah habis ker riwayat babi ni .. mungkin tidak.


Di manakah pula masalahnya yang berkaitan dengan babi ni? Sekarang ini terdapat 2 kategori babi .. babi liar (hutan) dan babi jinak (peliharaan). Heh .. Babi pun dipeliharalah pulak. Allah telah menetapkan bahawa segala yang berkaitan dengan babi seperti daging, kulit, organ lain .. semuanya haram. Tapi apa pasal manusia ni degil benak kata tak haram. Riwayat menyatakan kaum yang mula-mula sekali memakan babi adalah bangsa Nasara .. aKoo tak tahulah samada dimaksudkan Nasrani .. tapi itulah bangsanya. Kemudian di kembangkan pula oleh kaum majusi. Akhirnya dibawa pula ke tanah besar Cina .. lalu popularlah babi di kalangan bangsa itu yang rata-ratanya tiada ugama pada waktu itu. Heh .. lama dah perkara ni berlaku .. beribu tahun dulu. Tapi tahukah kita siapa dalang yang membolehkan manusia ni makan babi. Mana ada bangsa lain yang dok peleceh manusia ni. Bangsa tu jugaklah.
Katakanlah: "Mahukah, aku khabarkan kepada kamu tentang yang lebih buruk balasannya di sisi Allah daripada yang demikian itu? Ialah orang-orang yang dilaknat oleh Allah dan dimurkaiNya, dan orang-orang yang dijadikan di antara mereka sebagai kera dan babi, dan penyembah Taghut. Mereka inilah yang lebih buruk kedudukannya dan yang lebih sesat dari jalan yang betul"
Al Maidah 5 : 60
Bangsa tu jugalah yang dok perkotak-katikkan manusia jagat ni .. kalau kera .. timbul pula versi Darwin .. melalutlah pula manusia-manusia lain menyorak akan kepandaian bangsa yahudi tu membuat teori² walaupon yang tak masuk akal.

Satu persoalan untuk kita fikir bersama. Pernahkah lihat atau dengar atau terbaca bahawa babi ni kena penyakit? Pernahkah dengar babi kena penyakit malaria, taun, kuku mulut dsbnya. Allah jadikan babi ni mempunyai tahap ketahanan fizikal, imunisasi yang sangat tinggi terhadap pelbagai penyakit yang ada kerana tugas babi ini adalah memakan hasil buangan yang lain. Itu saja. Bila manusia kena dan terkena penyakit JE .. mengapa dipersalahkan babi tu. Heh .. hukumnya .. apabila telah sampai besar waktunya babi itu hendaklah dibunuh dan diTANAM. Rasanya tak ramai yang tahu akan hukum ni .. fikir sendiri laa .. Kenapa tak tahu ek?

Tuesday, September 19, 2006

KENANGAN TERINDAH

Aku yang lemah tanpamu
Aku yang rentan karena
Cinta yang t'lah hilang
Darimu yang mampu menyanjungku

Selama mata terbuka
Sampai jantung tak berdetak
Selama itu pun aku mampu
Untuk mengenangmu

Darimu kutemukan hidupku
Bagiku kaulah cinta sejati

Bila yang tertulis untukku
Adalah yang terbaik untukmu
Kan kujadikan kau
Kenangan yang terindah dalam hidupku
Namun takkan mudah bagiku
Meninggalkan jejak hidupku
Yang t'lah terukir abadi
Sebagai kenangan yang terindah

Darimu kutemukan hidupku
Bagiku kaulah cinta sejati

SamsonS

Sunday, September 17, 2006

SERUAN

Gigil menggigil aku
Ku dengar suara kebesaran
Terbangun dari tidurku
Suara azan berkumandang
Terketar ketika itu
Manakah arah tujuan
Berlinang air mataku
Menitis ke bumi penyesalan
Garis panduan tiada ku hindari
Ajal sentiasa tanpa kusedari
Baru kumengerti erti kehidupan
Mengenal diri dalam kehidupan
Tiadalah aku
Bawalah aku hampir kepada kepadamu
Jalan sebenar mengikut arahmu
Ya Tuhanku

Lefthanded

Puisi Sufi

Hatiku bisa menjelma berbagai bentuk
Sebuah biara bagi pendeta
Dupa untuk berhala
Sebuah padang rumput bagi rusa-rusa
Aku lah Ka'bah bagi orang-orang yang solat
Lembaran-lembaran Taurat dan al-Qur'an.
Cinta adalah agama yang kupegang .. ke mana pun.
Kenderaan dalam melangkah
Cinta tetap agama dan keyakinanku

Ibnu Araby

Monday, September 11, 2006

DEALOVA

aku ingin menjadi mimpi indah dalam tidurmu
aku ingin menjadi sesuatu yg mungkin bisa kau rindu
karena langkah merapuh tanpa dirimu
oh karena hati tlah letih

aku ingin menjadi sesuatu yg selalu bisa kau sentuh
aku ingin kau tahu bahwa ku selalu memujamu
tanpamu sepinya waktu merantai hati
oh bayangmu seakan-akan

kau seperti nyanyian dalam hatiku
yg memanggil rinduku padamu
seperti udara yg kuhela kau selalu ada

hanya dirimu yg bisa membuatku tenang
tanpa dirimu aku merasa hilang
dan sepi, dan sepi

selalu ada, kau selalu ada
Once